Jajaran Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Barelang, Batam memperlihatkan barang-barang yang diamankan dari para tahanan. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Barelang, Batam menggelar razia, terhadap ratusan warga binaan, Minggu (15/12) malam. Hasilnya, tidak ditemukan narkoba, tapi hanya menemukan alat cukur, piring, cangkir dan benda berbahaya seperti celana levis.

“Celana levis diperkenankan masuk ke dalam sel, tapi harus dipotong pendek, namun celana levis yang kami amankan ini masih panjang,” ucap Kepala Rutan (Karutan), Robinson.

Dikatakan Robinson, celana levis berwarna biru itu termasuk kategori barang berbahaya. Karena celana itu bisa digunakan untuk melakukan perbuatan negatif seperti tali untuk gantung diri, memanjat sel dan meregangkan jeruji besi.

“Jika celana itu dibasahkan dan kemudian diperas pada jeruji besi, maka jeruji besi bisa renggang dan menjadi jalan untuk kabur tahanan,” ujarnya.

Masuknya barang terlarang ke dalam sel, Robinson menduga, celana itu milik petugas sipir yang dicuri oleh tahanan. Sedangkan barang temuan lainnya seperti piring dan cangkir itu bisa masuk ke sel karena Rutan menyediakan kantin bagi tahanan.

“Kalau alat cukur itu kita sediakan di dalam Rutan, namun pemakaiannya hanya sekali saja, bahkan tidak diperkenankan di bawa ke dalam sel,” ucapnya.

Masih kata Robinson, untuk menciptakan suasana aman dan kondusif di Rutan, ia akan tetap melakukan pendekatakan kepada para tahanan. Sebab warga binaan di dalam Rutan mencapai 954 orang, padahal kapasitasnya 250 orang.

“Karena sudah over kapasitas, kita pun harus pintar untuk mendekatkan diri kepada tahanan. Jika mereka sempat berontak, maka habis kita. Bahkan razia ini kami lakukan setelah terlebih dahulu melakukan pendekatan,” imbuhnya.

Masih dengan Robinson, menjelang Natal dan Tahun Baru, Rutan akan semakin memperketat penjagaan dan pengawasan. Sebab pada umumnya, tahanan akan nekad mencoba kabur demi berkumpul dengan keluarganya.

“Masuk atau keluar dari sel akan melewati penjagaan dan pemeriksaan ketat,” paparnya.(bl)