Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo saat mengekspos kasus percaloan, Jumat (13/12). Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Belum lama penjualan tiket dibuka, tiket Pelni tujuan Batam – Belawan sudah ludes terjual. Ternyata ‘dimainkan’ para calo. Dua calo berinisial MS dan RP pun dibekuk polisi, Kamis (12/12).

Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo, mengatakan, penangkapan calo tersebut berawal dari informasi yang diterima jajaran Polsek KKP Batam. Saat diselidiki, MS dan RP ketahuan menjual tiket KM Kelud di halaman kantor Pelni Sekupang. Keduanya bekerja di pelabuhan sebagai juru parkir dan satunya lagi porter pelabuhan.

“Selain dua pelaku, kita juga amankan 7 tiket kapal KM Kelud tujuan Batam-Belawan. Sudah ada 2 tiket yang terjual,” ujar Kapolresta saat mengekspos, kasus tersebut, Jumat (13/12). Dari tangan pelaku diamankan uang penjualan tiket sebesar Rp 700 ribu.

MS dan RP disinyalir hanya bagian terkecil dari para calo yang ada di pelabuhan tersebut. “Tiket habis akibat permainan mereka,” tegasnya. Prasetyo menyebut, modus pelaku adalah membeli tiket dengan Kartu Keluarga (KK) saudaranya, lalu tiket itu dijual kembali kepada calon penumpang dengan mendapatkan selisih dari harga sesungguhnya Rp 230 ribu.

“Tiket dijual kembali seharga Rp 350 ribu. Dengan alasan tiket kapal KM Kelud Batam tujuan Belawan tanggal 29 Desember sudah habis. Dengan alasan itu calon penumpang membeli tiket dari calo,” ujar Kapolresta.

Dijelaskan, pelaku ambil keuntungan sekitar 120 ribu per tiket. Terkait adakah keterlibatan dengan pihak Pelni, sejauh ini pihaknya tidak melihat itu.

“Karena pelaku menghadirkan KK keluarganya untuk membeli. Karena itu diperbolehkan. Kemudian digunakan kembali untuk mendapatkan keuntungan,” tambahnya.

Diamankannya MS dan RP setidaknya bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang ingin memakai transportasi laut untuk merayakan Natal dan tahun baru di kampung halaman.

“Kita jerat dengan pasal 379 KUHP ancaman hukumannya tindak pidana ringan (Tipiring) 3 bulan penjara,” tegasnya.

Kapolresta juga mengimbau masyarakat agar membeli tiket di tempat yang sudah ditentukan. Sehingga tidak terjadi modus penipuan tersebut.

“Dan saya minta kepada masyarakat yang ada di sekitar pelabuhan tidak memanfaatkan kesempatan karena tingginya permintaan tiket jelang perayaan Natal tahun baru,” pungkasnya.(bl)