Jajaran Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai Karimun saat ekspos kasus penyelundupan baby lobster. Foto: Batamlagi

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai Karimun berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan ribu bibit lobster di Perairan Poyong, Kecamatan Moro, Jumat (6/12) sekira pukul 12.00 WIB.

“Baby lobster ini dibawa menggunakan speed bermesin 40 PK oleh dua orang bernama Jamani dan Mustakim. Jumlahnya mencapai 52.579 ekor disimpan di dalam 13 boks,” ujar Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Mandri Kartono, M.Tr.Hanla, M.M yang didampingi Balai Karantina, Kepolisian, TNI Ad, bea cukai dan sejumlah instansi.

Mandri Kartono mengatakan, pelaku membawa baby lobster menggunakan speedboat bermesin 40 PK, dari Jambi tujuan Singapura.

Danlanal Karimun saat ekspos, Jumat (6/12) sekitar pukul 15.30 WIB, mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan Lanal Karimun saat Tim Fleet One Quick Respons (F1QR) Lanal Tanjung Balai Karimun melakukan patroli rutin di sekitar perairan Moro.

Bayi lobster yang diamankan itu terdiri dua jenis, yakni jenis mutiara dan pasir. Jenis mutiara 7.940 ekor dan jenis pasir 44.639 ekor.

Atas penyeludupan ini, negara rugi Rp 8 miliar lebih, dengan taksiran harga masing-masing jenis lobster Rp 200 ribu untuk jenis mutiara dan Rp 150 untuk jenis pasir per ekornya. Nantinya, puluhan ribu bayi lobster tersebut akan dilepas di sekitar perairan Takong Hiu.

Aksi penyelundupan hewan dilindungi ini dinyatakan melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No 56/ PERMEN-KP/2016. Untuk itu sesuai aturan yang berlaku bayi lobster tersebut akan diserahkan ke Balai Karantina untuk kemudian dilakukan pelepasan ke laut.(bl)