Ilustrasi bakar diri. Foto: int

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Apeng (57), pengunjung karaoke Hawai di Komplek Marina Busnis Centre Blok B, Kecamatan Lubukbaja, nekat bakar diri di tempat hiburan malam tersebut pada Senin (2/12) lalu. Warga Tionghoa itu tewas karena luka bakar yang dideritanya.

Tim Inafis Polresta Barelang mengamankan barang bukti yang digunakan korban untuk bakar diri, yakni botol mineral bekas isi minyak tanah.

Informasinya, malam itu, Apeng masuk ke dalam ruangan Karaoke Jockey (KJ). Tiba-tiba Lili Marlina, salah seorang karyawan pub tersebut melihat kepulan asap dari ruangan KJ. Lili pun bergegas masuk ke ruangan itu, memastikan apa yang telah terjadi. Ternyata badan Apeng dilihatnya sudah terlentang di lantai dalam kondisi tubuh terbakar.

Melihat api membakar tubuh Apeng, Lili berinisiatif memadamkan. “Lili ikut memadamkan api di tubuh korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Haris Baltasar Nasution, menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (5/12).

Haris menyebut, tubuh Apeng penuh dengan luka bakar. Dalam kondisi kritis, usai api dipadamkan, korban langsung dibawa ke RS Budi Kemuliaan (RSBK). Selasa (3/12) subuh, lelaki yang berdomisili di Perumahan Happy Garden, Kecamatan Lubukbaja itu meninggal dunia. Polisi menyimpulkan korban murni bunuh diri.

“Murni bunuh diri,” timpalnya lagi.

Dijelaskan Haris, sebelum peristiwa itu, siang harinya Apeng datang ke Karaoke Hawai, Lubukbaja, hendak bertemu Iwan, pemilik tempat hiburan tersebut.

“Rencananya korban mau pinjam uang pada Iwan,” katanya. Sialnya, korban tidak bertemu dengan Iwan. Pasalnya, Iwan baru saja pulang ke rumahnya. Korban hanya berjumpa dengan Lili, salah seorang karyawan di tempat hiburan tersebut.

Selanjutnya, Lili memberitahukan kedatangan korban kepada Iwan melalui sambungan telepon. Iwan menjawab agar korban datang ke rumahnya.

“Kalau penting, suruh saja datang ke rumah,” kata Haris menirukan ucapan Iwan yang disampaikan Lili saat itu.

Namun korban menolak. Ia masuk ke ruangan KJ Hawai. Memang tidak ada yang melarangnya. Karena, korban merupakan teman baik Iwan. “Korban juga mantan karyawan di sana,” katanya lagi.

Tak lama kemudian, korban keluar dan sempat berbincang dengan karyawan lainnya. Lalu, korban pergi ke dapur dan kembali lagi dengan membawa kantong bungkusan. Dia masuk ke ruang KJ.

“Biasanya dia makan di sana (ruang KJ). Jadi orang tidak ada yang curiga,” sebutnya.

Haris menyebut, saat itu korban sempatĀ  berteriak dan mengancam akan bunuh diri.

“Kalau dia (Iwan) tidak datang aku mati saja.” Teriakan ini didengar oleh Lili. Namun Lili tidak menghiraukan ancaman tadi. Tak lama terjadilah hal yang diluar dugaan.

“Kantong yang dibawa itu ternyata minyak tanah,” terang Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Yunita Stevani. Hal itu diperkuat dari rekaman kamera CCTv di lokasi. Terlihat korban membawa bungkusan plastik. Korban menyiram tubuhnya dengan minyak tanah.

Untuk memastikan kasus itu, empat orang saksi telah diperiksa. Jasad korban sudah diserahkan pada keluarga dan akan disemayamkan pada Kamis (5/12).

Kapolsek memastikan, korban ini sedang memiliki permasalahan pribadi.

“Dia memiliki hutang dan sudah ditagih oleh pihak koperasi. Jadi dia datang pada Iwan untuk meminjam uang. Tapi Iwan tidak memberi karena hutangnya (korban) sudah banyak,” ujar Kapolsek.(bl)