Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Menara Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan ditambah oleh Pemko Batam. Untuk pembangunan menara setinggi 77 meter di tahun 2020 itu, membutuhkan kucuran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 42 miliar.

“Tahun depan kita bangun lima menara untuk mengelilingi setiap sudut kabah utama dan sudut koridor. Butuh anggaran besar, lima ini memang kita pending tak masuk dalam kontrak yang sekarang,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCK-TR) Kota Batam, Suhar, Selasa (3/12).

Dikatakan Suhar, menara masjid memang dirancang ada enam menara, satu di antaranya menara pandang dan sisanya untuk mempercantik bangunan. Anggaran tersebut belum termasuk fasilitas masjid, seperti AC, karpet, lighting dan lain sebagainya.

Secara keseluruhan total biaya pembangunan dan fasilitas, kata Suhar, pihaknya membutuh APBD sekitar Rp 107 miliar. Lanjutnya, pihaknya sudah membuat konstruksinya sesuai rencana tiang-tiang ini akan dibangun pakai baja.

“Alkurnya sudah kita siapkan. Makanya kita usulkan kembali 2020 ini. Kita bangun setinggi 77 meter. Yang didepan sekarang 99 meter itu menara pandang,” katanya.

Masjid terbesar di Sumatera ini memiliki luas bangunan bekisar 58 ribu meter persegi, mulai dari basement sampai lantai atas. Mesjid ini berarsitektur Arab, Turki, dan Melayu. Lalu memiliki enam menara, satu diantaranya menara utama setinggi 99 meter, sedangkan sisanya hanya 77 meter. Dan dihiasin dengan 8 payung mebran pemanen seperti yang ada di Mekkah.

Sejak diresmikan pada September lalu satu menara sudah dirampungkan. Dan saat ini telah digunakan untuk melihat Kota Batam dari ketinggian 99 meter. Pengunjung hanya diberi batas waktu untuk menikmati pemandangan dari atas menara.(bl)