Speedboat Bea CukaiĀ  yang rusak di bagian haluan kiri. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kapal Patroli Laut Bea Cukai (BC) diserang para penyelundup minuman beralkohol (Mikol) di sekitar perairan Batam-Singapura pada Minggu (1/12) malam. Dalam insiden ini, speedboat BC rusak parah dan satu orang petugas patah giginya. Sedangkan satu ABK dari pihak penyelundup tewas, satunya dinyatakan hilang.

Refli Silalahi, Humas Kanwil BC Khusus Kepulauan Riau mengatakan, sekitar pukul 19.30 WIB Satuan Tugas Patroli Laut Kanwil BC Khusus Kepulauan Riau dan KPU BC Batam mendapat informasi bahwa akan ada penyeludupan Barang Kena Cukai / Minuman Memuat Etil Alkohol (BKC/MMEA) dengan modus Ship to Ship dengan High Speed Craft (HSC) di perairan Selat Singapura.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti, Kanwil BC Khusus Kepulauan Riau dan KPU BC Batam mengerahkan Satuan Tugas Speedboat untuk melakukan penegahan di sekitar Perairan Nongsa dan Karang Galang.

Sekitar pukul 20.10 WIB, datang 2 HSC terpantau mengikuti speed BC. Kemudian HSC yang berada di depan memotong haluan, namun tabrakan dapat dihindari.

Lalu datang lagi satu HSC lain dari arah belakang menutup haluan speed BC. Sehingga tabrakan tak dapat dihindari. Bagian haluan speed BC mengalami kerusakan.

Tidak lama berselang HSC pertama tadi melakukan manuver yang sangat-sangat membahayakan dengan berusaha menabrakkan diri ke speed BC. Speed BC mendekati HSC untuk melakukan pemeriksaan. Namun mendapat perlawanan menggunakan senjata tajam dari ABK kapal penyeludup.

Mendapat ancaman dan perlawanan dari para penyeludup, petugas memutuskan untuk memutar haluan arah speed dan bergegas kembali melaporkan kepada pimpinan. Saat itu, satu petugas mengalami cedera dan mengalami patah gigi.

Kejadian serupa pun terjadi di lokasi lain di sekitar perairan Karang Galang bagian Timur. Speed BC lainnya juga diserang oleh HSC 6 mesin mercury dengan membawakan banyak massa dan melontarkan ancaman ke speed BC.

Dikarenakan kondisi yang tidak kondusif dan kalah jumlah, speed BC menghindar dan mundur ke lokasi aman.

Dikarenakan adanya anggota speed BC yang memerlukan tindakan medis segera dan bagian haluan speed BC mengalami kerusakan, diputuskan untuk kembali ke Pangkalan Kanwil BC Khusus Kanwil Kepulauan Riau.

“Sehingga bisa dilakukan perawatan kepada anggota speed BC yang terluka dan pengamanan speed BC agar tidak terjadi kebocoran pada speed,” imbuh Rafli.

Dalam insiden ini, Acok sebagai tekong speedboat jatuh ke laut. Hingga kini masih dilakukan pencarian oleh Kapal Patroli 30005 milik Kanwil DJBC Kepri beserta Tim SAR, sedangkan rekannya Baso meninggal dunia. Sedangkan SB Patroli berada di Dermaga Kanwil DJBC Khusus Kepri, Meral Karimun.(bl)