Para pekerja kembali mengerjakan tembok penahan tanah yang ambruk. foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Tembok penahan tanah tumbang ke tepi jalan besar di depan Hotel Zia Boutique, Seipanas, Senin (25/11) malam. Tembok yang tumbang diperkirakan mencapai 100 meter-an dan menutupi parit hingga ke jalan.

“Ada tiga mobil yang lagi parkir. Dua mobil tamu, satunya yang putih mobil hotel,” terang Adi Saputra, General Manager Hotel Zia Boutique kepada wartawan saat ditemui usai kejadian.

Dikatakan Adi, kendaraan tamu tadi sudah dibawa ke bengkel untuk diperbaiki.

“Karena mobil tamu, jadi tanggung jawab kita. Tapi yang mobil hotel terpaksa tanggung sendiri,” timpalnya sambil mengatakan, mobil operasional hotel itu rusak dibagian bamper belakang.

Adi juga sudah menakar kerugian hotel sekitar Rp 50 jutaan lebih. Sebab, sebelum tembok itu ambruk, pihaknya sudah memasang paving block di area parkiran.

“Untuk paving block habis Rp 30 jutaan belum lagi tiang bendera dan plang promosi,” tambah Adi.

Namun, lanjut Adi, yang membuat pihaknya jauh lebih rugi yaitu branding hotel.

“Konsumen jadi nggak nyaman, karena area parkir ambruk. Apalagi mau tahun baru,” katanya lagi. Meskipun kontur lahan di sana yaitu bukit yang diratakan, tapi pihaknya juga takut dampak ambruk tembok akan merembet ke bangunan delapan lantai tersebut.

“Bangunan hotel ini tinggi, kami takut berdampak,” tambahnya sambil menyebut, keluhan itu sudah disampaikannya ke pihak terkait proyek tersebut.

Salah seorang karyawan berseragam safari hitam itu juga mengatakan, jika malam itu hujan turun cukup deras. Untung kendaraan yang parkir tidak ikut terbawa longsor malam itu.

“Kalau nggak, makin parah lah. Untung kami cepat pindahkan mobil tamu ke samping,” timpalnya.

Tembok yang ambruk tersebut dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri pada tahun 2018. Apakah ada kesalahan spek?

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Dinas PU Provinsi terkait ambruknya proyek tembok penahan tanah yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut.(bl)