Sang Saka Merah Putih. Foto: Ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Sudirman Dianto mengatakan, meski pun dikeluarkan dari sekolah, tapi hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak tetap didipenuhi. Kedua anak ini akan memperoleh pendidikan di luar sekolah, yakni melalui paket B.

“Dalam hal ini, kita harus menegakkan aturan. Tapi di sisi lain, kita harus memberikan hak si anak, seperti┬ápendidikan,” tuturnya.

Meski pun belajar di luar sekolah, tapi Disdik akan terus memantau kedua anak tadi. Pasalnya, jika rasa Nasionalismenya sudah terkikis, maka akan berlawanan dengan negara.

“Semua ini bukan hanya keputusan sekolah, tapi keputusan bersama. Lagian sudah ada pernyataan. Keluarga harus siap menerima keputusan ini, menurut saya ini sudah keputusan yang bijaksana,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, ada tiga pelajar terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan yang enggan hormat bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia saat dilakukan upacara di SMPN 21 Sagulung. Meski sudah beberapa kali diperingati oleh pihak sekolah, ketiganya enggan mengikuti aturan. Pada akhirnya satu murid perempuan yang mengundurkan diri.

“Sudah dibuat surat pernyataan akan keluar dari sekolah itu, orang tua siswa dan gurunya pun sudah sepakat,” ujar AKP Riyanto, Kapolsek Sagulung yang juga turut mendatangi SMPN 21 saat itu.(bl)