Sang Saka Merah Putih. Foto: Ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Terkait siswa yang tak mau menghormat bendera atau menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, pihak SMPN 21 menggelar pertemuan untuk berembuk dengan stakeholder yakni, Koramil Batam Barat, Kapolsek Sagulung, Komite sekolah, KPPAD, Kemenag, Ombudsman dan Disdik, Senin (25/11).

“Melalui pertemuan ini, kami mengambil keputusan bahwa dua anak yang tak mau menghormat bendera dan menyanyikan lagu wajib itu dikeluarkan dari sekolah,” ucap Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Sudirman Dianto, usai pertemuan di SMPN 21 Sagulung, Senin (25/11) siang.

Dikatakan Sudirman, pihak sekolah sudah melakukan pembinaan terus menerus, baik secara persuasif maupun dengan cara mediatif. Namun anak tersebut tidak mau juga taat aturan untuk cinta tanah air.

“Awalnya ada tiga orang siswa, namun satunya sudah memilih keluar,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, ada tiga pelajar terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan yang enggan hormat bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia saat dilakukan upacara di SMPN 21 Sagulung. Meski sudah beberapa kali diperingati oleh pihak sekolah, ketiganya enggan mengikuti aturan. Pada akhirnya satu murid perempuan yang mengundurkan diri.

“Sudah dibuat surat pernyataan akan keluar dari sekolah itu, orang tua siswa dan gurunya pun sudah sepakat,” ujar AKP Riyanto, Kapolsek Sagulung yang juga turut mendatangi SMPN 21 saat itu.(bl)