Sang Saka Merah Putih. Foto: Ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Komandan Rayon Militer (Danramil) Batam Barat, Kapten Inf Rigardo Sitinjak, menyebutkan, pihaknya juga sudah melakukan pendekatan dengan siswa dan orang tua siswa yang enggan hormat bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan tersebut. Namun, siswa tetap pada pendiriannya.

“Kami ketahui ini sejak enam bulan lalu,” ujar Rigardo Sitinjak.

Dijelaskan Rigardo Sitinjak, saat siswa itu ditanya alasannya tersebut,  katanya karena dilarang oleh kepercayaan yang dianutnya.

“Inilah yang tak boleh. Melalui kesepakatan bersama, kami mengeluarkan keputusan supaya anak itu dikeluarkan dari sekolah,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, ada tiga pelajar terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan yang enggan hormat bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia saat dilakukan upacara di SMPN 21 Sagulung. Meski sudah beberapa kali diperingati oleh pihak sekolah, ketiganya enggan mengikuti aturan. Pada akhirnya satu murid perempuan yang mengundurkan diri.

“Sudah dibuat surat pernyataan akan keluar dari sekolah itu, orang tua siswa dan gurunya pun sudah sepakat,” ujar AKP Riyanto, Kapolsek Sagulung yang juga turut mendatangi SMPN 21 saat itu.(bl)