Buruh di Batam saat berunjukrasa di depan Kantor Walikota Batam, belum lama ini. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Plt Gubernur Kepri, Isdianto telah mengeluarkan surat keputusan terkait Upah Minimum Kota (UMK) Batam Tahun 2020 adalah Rp 4.130.279. Ini disampaikan melalui Surat Keputusan Gubernur Kepri Nomor 1047 Tahun 2019 yang disahkan di Tanjungpinang, Kepri, pada Kamis (21/11).

Dalam keputusan itu, besaran UMK Batam sebagaimana dimaksud diberlakukan hanya bagi pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari satu tahun. Sedangkan untuk pekerja dengan masa kerja di atas satu tahun dilakukan kenaikan oleh pengusaha dengan sebaik-baiknya sesuai dengan struktur dan skala upah yang telah diberlakukan di perusahaan.

Selanjutnya, perusahaan yang telah memberikan upah lebih tinggi dari ketetapan UMK tidak dibenarkan mengurangi atau menurunkan upah. Kemudian, bagi perusahaan yang belum mampu melaksanakan UMK Tahun 2020 berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dapat mengajukan Penangguhan Upah.

Dengan diberlakukannya Keputusan ini, maka Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 1258 Tahun 2018 tentang Upah Minimum Kota Batam Tahun 2019 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Atas putusan UMK tersebut, Serikat Pekerja Logam (SPL) F-SPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) Kota Batam menolak UMK kota Batam yang dilakukan dengan PP 78 Tahun 2015 tersebut.

“Itu bukan lagi perundingan tetapi pemaksaan oleh Pemerintah pusat sebab masing-masing pihak tidak mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat dan usulannya baik dari pengusaha maupun dari pekerja,” tegas Ketua PC SPL FSPMI Batam, Suprapto kepada wartawan, Jumat (22/11).

Dikatakan Suprapto, percuma saja ada Dewan Pengupahan Kota (DPK) jika angka sudah dipatok dari pusat. Dan di DPK masing-masing pihak mau sepakat atau tidak, pemerintah tetap mengeluarkan angka sesuai PP 78 tahun 2015.

“Kita akan melawan terus atas pemaksaan PP 78 tahun 2015 karena mengkebiri hak pekerja untuk berunding,” katanya lagi.

Sedangkan angka yang diajukan buruh untuk UMK Batam 2020 antara Rp 4,5 hingga Rp 5 juta. “Buruh Batam menolak itu,” pungkasnya.(bl)