Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmad Purboyo. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Terkait tenggelamnya pengunjung di Pantai Tanjung Pinggir, Sekupang, Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmad Purboyo mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyelidiki status pengelolaan pantai tersebut. Harusnya, sebut Prasetyo, pengelola tempat wisata bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keamanan wisatawan yang berkunjung.

“Kita lihat legal standing mereka apakah benar memiliki legalitas atas pengelolaan pantai tersebut atau hanya inisiatif atau kelompok masyarakat,” kata Prasetyo menanggapi tenggelamnya pemuda bernama Alvin Yosua (22) di lokasi wisata, Sekupang, Batam tersebut, Selasa (19/11).

Prasetyo menegaskan, jika ada unsur kelalaian yang mengakibatkan orang lain atau wisatawan luka hingga meninggal dunia akan ada sanksi pidananya. Memang Pantai Tanjung Pinggir, Sekupang itu banyak diminati pengunjung berlibur di akhir pekan.

Senin (18/11), Alvin Yosua (22) tenggelam akibat tidak sadar setelah melewati batas aman kedalaman pantai. Saat itu korban berenang dengan dua temannya. Keduanya selamat, meski sempat tenggelam juga.

Terpisah, Kanit Ditpolairud Polda Kepri, Iptu Bazaro Gea, mengatakan, pihaknya telah memasang rambu-rambu tanda bahaya (batas aman) di pantai. Hanya saja derasnya ombak dan konstruksi tidak kokoh, pancang tersebut hilang. Parahnya, pengelola pantai seolah tak mau tau soal itu.

“Tadi sudah kita tanyakan perihal rambu – rambu itu, alasan mereka sudah lama hilang diseret ombak,” kata Iptu Bazaro Gea, berharap pihak pengelola berinisiatif untuk memasang rambu-rambu tersebut. Sebab, ada retribusi kepada pengunjung yang ditarik pengelola untuk menjamin keamanan pengunjung.(bl)