Ilustrasi begal yang ditangkap polisi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kepada polisi, Dedi mengaku, ia semakin beringas jika sudah dipengaruhi minuman keras (Miras).

“Kami minum Drum Whisky dulu sebelum main,” kata Dedi. Dan uang untuk membeli miras itu didapat dari hasil membegal. “Duit hasil begal, juga dibelikan minuman,” akunya.

Pemuda yang tinggal di Kampung Tengah, Kecamatan Nongsa itu mengatakan, salah satu korbannya, Roni Suhendar warga Perum Bengkong Telaga Indah Kecamatan Bengkong.

Ketika korban mau berbalik arah di U-turn depan Politeknik Batam. Dirinya bersama temannya langsung menghentikan sepeda motor korban dengan cara melintangkan sepeda motornya di depan sepeda motor korban.

Kemudian salah seorang pelaku lainnya menendang pada bagian belakang sepeda motor korban sehingga korban terjatuh ke aspal.

Selanjutnya, salah seorang pelaku membekap korban dari belakang dan meminta korban untuk menyerahkan barang-barang berharga miliknya.

Adapun barang-barang yang dibawa kabur oleh kawanan begal adalah 1 unit HP merk Samsung J5 dan uang tunai Rp 200 ribu. Barang bukti lain dari hasil kejahatan mereka yang diamankan polisi di antaranya, satu unit sepeda motor Yamaha Mio J warna putih biru nopol BP 5846 JQ, satu unit motor  Honda BeAt putih biru nopol BP 2975 HU, satu unit motor Yamaha Mio M3 warna putih merah nopol BP 4626 OJ, satu unit motor Yamaha Mio M3 putih hitam nopol BP 5612 OE, tiga pisau. Kini para pelaku harus meringkuk di balik jeruji penjara.(bl)