Ilustrasi begal dibekuk polisi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) –¬†Dedi, pria pria kelahiran Tembilahan 4 Juli 1997 ini kembali berurusan dengan hukum. Sebelumnya ia pernah dipenjara karena mencuri motor tahun 2014. Ia kembali mencuri. Oleh polisi pria yang jadi ketua geng begal ini dihadiahi timah panas. Juga seorang temannya harus merasakan timah panas.

Dedi dan komplotannya berjumlah 7 orang beraksi di wilayah hukum Batamkota. Kakinya terpaksa didor polisi karena berusaha kabur. Satu lagi Muhammad Juliadi rekannya, juga dilumpuhkan dengan timah panas. Mereka bertujuh. Lima pelaku lagi di bawah binaannya.

Adalah Ariesko Levy Saputra, warga Kampung Tengah Batu Besar, Nongsa, Muhammad Leo warga Kampung Jabi, Nongsa, Lutfi Yudistira, warga Kampung Panglong, Nongsa, Andi Muhammad, warga Kampung Tengah Batu Besar, Nongsa, MS warga Kavling Nongsa.

“Eksekutor Dedi dan Juliandi. Lima orang lagi mengawasi,” ujar Kapolsek Batam Kota, AKP Restia Octane Guchy melalui Kanit Reskrim Ipda Putra, Minggu (10/11) kepada wartawan.

Ketujuh pelaku ditangkap setelah beraksi di tiga tempat berbeda di wilayah hukum Batamkota yaitu di depan Hotel Harmoni One, di depan Kampus Politeknik Batam, dan di depan Kampus Uniba.

“Enam pelaku begal ini ditangkap dua jam setelah aksinya di jalan raya di depan Kampus Politeknik Batam, Batamkota, pada Rabu (6/11) malam,” kata Ipda Putra.

Komplotan ini ditangkap saat pesta miras di sekitar Perum BCL, Nongsa. Penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Ipda Putra didampingi Panit I Buser Ipda Harris Kottama, dan Panit II Buser Aiptu Abdon Pasaribu.

Dedi yang berhasil kabur saat penyergapan yang pertama, ditangkap di rumah kekasihnya setelah tiga hari diburu polisi. Saat disergap, Dedi harus dilumpuhkan dengan timah panas saat mencoba kabur melalui pintu belakang.

“Hari Senin akan diekspos langsung oleh bapak Kapolres,” imbuhnya.(bl)