Lukita Dinarsyah Tuwo bersama istri naik becak saat ziarah dan salat jumat di Pulau Pengengat, Jumat (8/11). Foto: ist

PINANG (BATAMLAGI.COM) – Bakal calon Wali Kota Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (LDT) mengunjungi Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Provinsi Kepri, pada Jumat (8/11). Sebagai bentuk menghormati, sekaligus menjunjung tinggi unsur kedaerahan.

Kunjungan yang disejalankan dengan pelaksanaan salat Jumat bersama di Masjid Sultan Riau Penyengat ini, dilakukan oleh pria yang sebelumya tercatat sebagai Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Waka Bappenas) dalam Kabinet Indonesia Bersatu II.

Mengenakan busana putih, Mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam ini juga menyempatkan mengunjungi beberapa situs bersejarah di Bumi Melayu, dan terkenal sebagai tempat pertahanan Raja Kecil saat melawan serangan Tengku Sulaiman dari Hulu Riau pada tahun 1719.

Ia juga mengunjungi sejumlah benteng pertahanan dibangun pada 1782-1784 untuk menghadapi perang melawan Belanda. Dan menikmati suasana alam dengan menggunakan becak motor.

Puas berkeliling, bakal calon Wali Kota Batam ini juga terlihat terlibat perbincangan hangat dengan sejumlah tokoh masyarakat di pulau tersebut. Bahkan sambil duduk di pendopo depan Masjid Pulau Penyengat ini, ia melayani sejumlah warga yang ingin berfoto dengannya.

“Hari ini, saya bersama tim dan sahabat-sahabat mengunjungi Pulau Penyengat, sekaligus melaksanakan salat Jumat bersama. Dimana kunjungan ini, sebagai bentuk melaksanakan filosofi ‘Dimana Bumi Dipijak, di Sana Langit Dijunjung’,” ujar Lukita.

Dan kunjungan kali ini, tambahnya, merupakan kesempatan baginya untuk mengunjugi sebuah tempat yang paling bersejarah khususnya untuk masyarakat Kepri dan Riau.

“Kita tahu, ada sejarah panjang di sini. Bahkan sejumlah makam dari para Raja-Raja ada di sini,” terangnya.

Ia mengatakan sangat kagum dan bangga setelah berkeliling kawasan Pulau Penyengat. Mengingat, ada banyak hal yang bisa dirinya ketahui akan kehidupan para Raja di zaman-zaman terdahulu dengan mengunjungi situs bersejarah tersebut.

“Sangat luar biasa dan patut berbangga, bahwa Kepri memiliki situs bersejarah seperti ini.

Bahkan hingga saat ini terawat dengan baik serta asri. Dan saya pun berharap, situs ini bisa terjaga dengan baik. Sehingga wisatawan mancanegara dan domestik bisa menikmati ini semua,” jelasnya.(bl)