Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe. Foto: BATAMLAGI.COM

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kasus dugaan penculikan anak di Fanindo, Kecamatan Batuaji langsung ditangani pihak Polsek Batuaji. Surianto (47) yang membawa anak-anak keliling pakai mobilnya dibawa ke Mapolsek untuk dimediasi dengan orang tua anak-anak itu.

“Terkait adanya isu penculikan anak ini, kami langsung tanggap. Surianto diamankan di polsek,” kata Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe.

Dikatakan Kapolsek, upaya yang dilakukan pihaknya adalah memediasi antara orang tua anak dengan Surianto. Bahkan sampai saat ini, belum ada unsur penculikan ataupun perbuatan cabul dari Surianto kepada anak-anak itu.

“Surianto belum terbukti kalau menculik anak ataupun berbuat cabul. Bahkan¬† anak-anak itu mengaku tidak pernah disentuh oleh Surianto,” tegas Syafruddin Dalimunthe.

Syafruddin Dalimunthe menceritakan, Surianto adalah seorang sopir online yang sering nongkrong di Fanindo. Di tempat tongkrongan itu, Surianto sering berjumpa dengan anak-anak di sana. Bahkan sampai saat ini ada 11 anak yang akrab dengan Surianto.

“Anak anak itu sudah kenal dengan¬† Surianto sejak empat bulan lalu,” kata Syafruddin Dalimunthe kepada wartawan, Selasa(5/11).

Dari keterangan Surianto, kata Syafruddin Dalimunthe, kedekataan anak-anak itu bermula ketika pria dua anak itu berbuat baik dan menganggapnya sebagai anaknya sendiri.

“Pas nongkrong di Fanindo, Surianto sering memberikan uang kepada anak-anak untuk bermain permainan di sana, sehingga anak-anak semakin dekat dengan Surianto,” tuturnya.

Ditambahkan kapolsek, anak-anak yang bergabung dengan Surianto bukan hanya perempuan, ada juga laki laki. Sesekali anak itu dibawa keliling di bilangan Tanjunguncang pakai mobil warga Tanjunguncang itu.

“Anak itu malah senang jika bersama Surianto. Tapi ternyata, kedekatan dan kebaikan yang dibuat oleh Surianto membuat para orang tua bertanya-tanya,” tegasnya.

Masalah pun terjadi. Tepatnya pada Senin (4/11) sore, orang tua anak curiga, saat mengetahui sang anak punya uang jajan. Orang tua itu pun bertanya darimana uang jajan itu.

“Yang namanya anak anak masih jujur. Mereka langsung memberitahu bahwa ada teman mereka seorang om, para orang tua di sana langsung menjumpai Surianto ke tempat tongkrongannya,” papar Syafruddin Dalimunthe.

Merasa ada kejanggalan, akhirnya Surianto diamankan dan diserahkan ke Polsek Batuaji. Bahkan orang tua sudah mulai takut jika anak mereka sempat diapa-apain.

“Tenyata Surianto belum terbukti menculik anak. Tapi demikian, kasus ini akan terus kami dalami,” terangnya.

Dari hasil mediasi tersebut, jika Surianto tak terbukti menculik. Namun, Surianto tidak boleh lagi mangkal di Fanindo. Sebab orang tua anak khawatir.

“Sekali beri uang jajan, kadang Surianto memberikan uang pecahan Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu. Tapi itu tidak tiap hari, hanya sesekali saja,” tuturnya.(bl)