Tim terpadu saat melakukan penertiban pedagang Pasar Induk Jodoh, Rabu (30/10). Foto: Batamlagi.com

Batam (Batamlagi.com) – Sementara dari pihak Pengelola Pasar Swasta, Rijal mengaku, untuk menempati kios baru bagi para pedagang gusuran Pasar Induk Jodoh, hanya membayar uang Rp 1 juta sebagai jaminan.

Pedagang hanya diwajibkan membayar listrik dan air saja. Selain itu sebutnya, bangunan yang disediakan juga masih banyak yang kosong.

“Memang masih ada kosong karena belum ditempati padagang. Padahal mereka sudah bayar, kita ada bukti kwitansinya. Kami tidak pernah mengatakan tempat sudah habis, jadi silahkan bertanya,” imbaunya.

Ia menyebutkan, pedagang yang menempati bangunan ini mereka yang dikatakan sudah terdata sebagai PKL yang memang berjualan di Pasar Induk Jodoh. Sehingga PKL bisa masuk sesuai dengan prosedurnya tanpa rasa khawatir.

Sementara, untuk uang jaminan yang dibayar, kata Rijal, sudah ada kata kesepakatan sebelumnya. Sedangkan untuk kebersihan disesuaikan berdasarkan kesepakatan bersama itu di luar pembayaran.

“Kalau untuk retribusi sampah dan lainnya itu beda. Kami tegaskan kembali mereka (Pedagang) hanya bayar uang air dan listrik saja. Keamanan juga kita jamin. Ada sekuriti akan standby dua malam dan dua pagi,” imbuhnya.(bl)