Tim terpadu saat melakukan penertiban di Pasar Induk Jodoh, Rabu (30/10). Foto: Batamlagi.com

Batam (Batamlagi.com) – Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam membantah adanya kutipan hingga puluhan juta, untuk menempati kios sementara bagi para pedagang gusuran Pasar Induk Jodoh, yang disediakan Pemerintah Kota Batam bekerjasama dengan pihak ketiga.

“Ini hanya miskomunikasi, kami sudah berkali-kali bersosialisasi tentang itu. Intinya tidak tak ada pungutan Rp 10 juta,” bantah Kabid Pasar Disperindag Kota Batam, Zulkarnain, Jumat (1/11).

Ia mengatakan, sesuai arahan pimpinannya, pedagang yang akan menempati kios tersebut hanya membayar Rp 1 juta sebagai uang jaminan. Selanjutnya, selama 6 bulan pedagang tidak akan dipungut biaya alias gratis. Hal ini mengingat aktivitas pasar yang akan dimulai sejumlah pedagang.

“Mereka hanya bayar uang jaminan saja 1 juta (Rupiah). Kenapa kita kasih free 6 bulan ke depan atau setahun dulu? Karena kita akan melihat dulu aktivitas pasar dan juga penghasilan para pedagang. Kita juga tak mau buat gegabah,” jelas Zulkarnain.

Selain itu kata Zulkarnain, pedagang yang menempati kios sementara memang sebelumnya sudah terdata. Ada 168 kios yang disediakan ditambah gudang. Ia berharap pedagang yang masih ngotot untuk berjualan di area pasar segera pindah. Demi keselamatan dan kenyamanan orang banyak.

“Masih ada kios yang kosong, kalau ada yang bilang sudah habis itu bohong. Kan ada pihak pengelola di sana. Pemerintah kan ingin memberikan pasar itu lebih baik, dan demi manusiawi. Baik itu keselamatan pembeli dan penjual,” pesannya.(bl)