ASM tukang todong di sekitar Jodoh diamankan polisi. Foto: Batamlagi.com

Batam (Batamlagi.com) – ASM, seorang residivis kasus pemerasan dan pemerasan jebolan Rutan Pekanbaru, berhasil dibekuk Tim Jatanras di sekitar Pasar Tos 3.000 dan Ramayana, Jodoh, Rabu (9/10). Belakangan diketahui, ternyata pelaku sudah berkali-kali melakukan kejahatan dan penodongan dengan senjata tajam di sekitar pusat perbelanjaan itu.

Saat diamankan polisi, pelaku juga melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri. Oleh polisi, pria berbadan kurus itu langsung dilumpuhkan dengan ditembak kakinya. Timah panas itu pun mengenai betis kirinya.

“Sempat melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri. Anggota terpaksa memberikan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan bagian kaki pelaku,” ujar Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Arie Dharmanto, saat menggelar ekspos, Jumat (11/10).

Menurut AKBP Arie Dharmanto, sejak tanggal 17 Agustus 2019, ASM bebas dari Rutan Pekanbaru. Saat berada di Batam, pelaku kembali mengulangi kejahatannya dengan cara melakukan tindak pidana kekerasan dan pemerasan disertai ancaman.

Modusnya, kata Arie, pelaku berpura-pura membuat masalah dan bersenggolan dengan korban di tempat keramaian. Kemudian mengajak korban ke tempat sepi dengan alasan untuk membicarakan masalah tersebut.

“Lalu di tempat tersebut, pelaku merampas barang-barang berharga korban sambil mengancam menggunakan senjata tajam dan borgol,” ujarnya

Karena merasa terancam, korban terpaksa menyerahkan hartanya seperti jam tangan, cincin, perhiasan dan handphone hingga harta korban ludes.

Kepada polisi pelaku mengaku sudah 10 kali berbuat kriminal di seputaran Pasar Tos 3.000 itu.

Pada bulan Agustus sebanyak 3 kali, bulan September 5 kali dan bulan Oktober sebanyak 2 kali dan barang-barang hasil pemerasan telah dijual di Pasar Jodoh.

“Belakangan¬†salah satu korban membuat status di group media sosial Facebook, menuliskan singkat kronologis kejadian yang meresahkan itu. Kemudian sudah ditanggapi¬† 26 ribu komentar dari warganet,” papar Arie.

Arie menyebut, pelaku saat beraksi juga mengaku-ngaku sebagai anggota kepada korbannya. Tapi dia tidak menjelaskan dari anggota apa. Setelah mendapatkan informasi ciri-ciri pelaku, polisi membekuknya.

Barang bukti yang diamankan adalah satu borgol, satu bilah pisau, empat handphone berbagai merk, satu topi warna hitam, satu tas sandang warna coklat dan satu kartu tanda pemasyarakatan Rutan Pekanbaru.

“Pelaku dijerat pasal 368 KUHP dan atau pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun,” pungkasnya.(bl)