Kapolsek Batuampar, AKP Reza Morandy Tarigan saat ekspos kasus pencurian handphone di wilayah kerjanya, Kamis (11/10) sore. Foto: Batamlagi.com

Batam (Batamlagi.com) – Residivis kasus pencurian ini kembali berulah. Setelah ‘lulus’ dari Lapas, Johan alias Jihan (20) semakin lihai berburu mangsa. Namun, aksinya lagi-lagi harus berakhir di balik jeruji besi. Bersama dengan teman duetnya yang bernama Andrian Kurniawan alias Rian (27), Johan diamankan jajaran Polsek Batuampar pada Rabu (9/10).

Uniknya, modus yang digunakan Johan untuk mencuri handphone tergolong baru. “Modus yang digunakan dua pelaku ini termasuk baru,” kata Kapolsek Batuampar, AKP Reza Morandy Tarigan, Kamis (11/10) sore.

Cara beroperasi para pencuri ini, kata Kapolsek, kedua pelaku menggunakan perekat atau tentakel gurita untuk mengambil hape korban dari luar rumah korban. Tentakel gurita tersebut ditempel pada silicon case, lalu disambung pakai tangkai sapu untuk menjangkau hape korban dari jendela.

Tempat yang diincar pelaku adalah kos-kosan atau rumah warga yang jendelanya terbuka. Pelaku beraksi pada dini hari atau saat korban terlelap tidur. Wilayahnya beroperasinya pun pindah-pindah.

“Mereka sudah beraksi di Tiban, Bengkong dan, Batuampar,” jelasnya.

Menurut Kapolsek, pelaku sudah beraksi selama 3 bulan dan berhasil mencuri 32 hape. Lalu barang hasil kejahatannya itu dijual pada dua orang penadah bernama Rizal samudra (28) dan Hermanto sibarani (37). Kedua penadah ini juga juga diamankan pihaknya.

Hape hasil curian itu juga dijual murah. Hape tipe terbaru dijual Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta. “Pengakuannya, mereka selalu menjual pada dua orang penadah ini,” paparnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku uang hasil curian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan dikirim ke kampung halaman untuk anak dan istri mereka.

Johan mengaku, dalam sebulan berhasil mengembat 11 hape. Sedangkan ide pencurian dengan modus baru itu, diakuinya, didapat dari Andrian.

Karena perbuatannya itu, Johan dan Andrian dijerat pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan (Curat) dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Untuk dua penadah dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.(bl)