Petugas BNN Kota Batam saat memeriksa botol berisi urine para pegawai Rutan Batam, Jumat (11/10). Foto: Batamlagi.com

Batam (Batamlagi.com) – Ratusan pegawai Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Batam diperiksa urine, termasuk kepala rutan. Kegiatan ini sempena Hari Ulang tahun Dharma Karya Dhika. Bila ada yang positif narkoba, yang bersangkutan akan diberi sanksi.

“Hasil pemeriksaan ini akan diserahkan kepada kantor wilayah (Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kepri),” ujar Robinson Parangin Angin, Kepala Rutan kelas IIA Batam di sela-sela kegiatan, Jumat (11/10).

Dijelakan Robinson, kegiatan ini merupakan program dari Kementerian Hukum dan HAM. Katanya, di hari yang sama dilaksanakan serentak di seluruh Lapas maupun Rutan di Indonesia.

“Hal ini dilakukan demi kebaikan para petugas dan pegawai Rutan, sehingga terhindar dari bahaya narkoba,” ucapnya.

Ia berharap agar di jajarannya itu terbebas dari penyalahgunaan narkoba. “Harapan kita seperti itu, jangan ada petugas ataupun pegawai yang terjerat narkoba,” harapnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batam, Tumpak Manihurik mengatakan, kegiatan ini dilakukan atas permintaan dari Rutan dan Lapas di Batam.

“Kami┬ádiminta untuk melakukan tes urine. Kita pun siap bersinergi,” ujarnya.

Tumpak Manihuruk menyatakan, pihaknya berterima kasih kepada pihak Lapas dan Rutan dengan upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) ini.

“Melalui kegiatan ini, maka Lapas dan Rutan telah ikut berperan untuk melakukan P4GN,” imbuhnya.

Ditanya hasil tes, Tumpak Manihuruk menuturkan tidak bisa memberikan hasilnya, karena masih tahap pemeriksaan sampel urine.

“Proses pemeriksaan masih berlangsung, hasilnya pun belum kita ketahui. Tapi jika ada yang terbukti menggunakan narkoba, maka akan diserahkan kepada pimpinannnya,” pungkasnya.(bl)