Ilustrasi warga bermain gelper di bilangan Nagoya. Foto: Batamlagi.com

Selain dirinya yang mengingatkan agar sang suami tak main di gelper, Bunga juga meminta tolong kepada orang yang dituakan. Untuk menasihati suaminya agar sadar, tak lagi main jackpot lagi.

Mengingat juga ia tinggal di perumahan tidak berapa jauh dari Nagoya, lokasi gelper.

Namun apa yang diharapkan, tidak membuahkan hasil. Malah semakin menjadi-jadi. Kali ini suaminya main jackpot sudah tak sembunyi-sembunyi lagi.

“Iya, suami saya mainnya di jackpot yang ada di Nagoya. Saya lupa namanya jackpot apa,” ujar Bunga yang mengaku masih ingat lokasi gelper, tempat suaminya main.

Bunga mengaku semakin jengkel, karena motor yang biasanya dibawa kerja suaminya itu digadaikan.

“Malah, motor juga digadaikan lima juta (rupiah),” katanya.

Dan uang hasil gadai motor lagi-lagi dibawa main jackpot.

“Saya tak bisa mikir lagi, kok suamiku sangat kecanduan main di gelper itu, ” ucapnya penuh heran.

Ia pun pernah menanyakan kepada suaminya, ternyata suaminya pernah menang.

“Entah kemana uangnya (hasil menang), karena saya juga tak merasakannya juga,” Imbuhnya.

Bunga menduga, karena diberi kemenangan itu suaminya semakin ketagihan main di gelper.

“Sekarang sepulang kerja, suami langsung pergi lagi main jackpot,” ujarnya sembari mengaku akhir-akhir ini kerap bertengkar dengan sang suami.(bl/bersambung)