Diyah, wanita tersangka kasus penipuan di kantor polisi. Foto: Batamlagi.com

Batam (Batamlagi.com) – Jajaran Polsek Batuaji mengamankan wanita bernama Diyah Ayu (35). Wanita ini diduga kuat melakukan dengan kedok mengajak orang bekerja sama jual beli beras. Korban yang tertipu mengalami kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Diyah mengungkapkan perbuatannya bahwa, untuk memuluskan aksinya, terlebih dahulu membuka kios beras.

“Buka kios beras bulan 6 lalu. Bukan hanya dua bulan saja,” kata wanita berambut sebahu itu.

Dikatakan Diyah, agar calon pembeli tertarik, ia menjual beras dengan harga murah hingga selisih harganya Rp 40 hingga Rp 50 ribu dari harga normal. Si pembeli pun tertarik, dan mulai bekerja sama dengannya.

“Konsumen mulai banyak dan memesan beras dengan jumlah banyak,” katanya.

Setelah konsumennya sudah banyak menyetor uang hingga ratusan juta, beras yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Meski demikian, konsumen masih percaya kepadanya.

Ia pun berdalih, uang konsumennya itu sudah disetorkan kepada wanita bernama Ayu di Palembang. Namun beras tak kunjung datang.

Karena jengkel dan tak percaya lagi dengan Diyah. Para korban mendatangi rumah Diyah di Ruli Rindang Garden, Batuaji. Namun, pelaku hanya janji-janji saja.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan, saat diselidiki jajarannya memastikan jika, Diyah melakukan penipuan, dan sengaja menyebut nama Ayu agar kasus ini semakin membingungkan.

“Kami sudah selidiki semuanya. Diyah selalu bawa nama Ayu. Itu hanya modus Diyah saja untuk membuat kasus ini berbelit-belit,” ucap Kapolsek.

Orang yang menjadi korban sebanyak 7 orang. Yang membuat laporan resmi ke Polsek Batuaji satu orang dengan kerugian Rp 145 juta.

“Belum lagi yang tidak membuat laporan, mereka juga rugi banyak, ada yang Rp 31 juta, ada juga Rp 61 juta,” papar kapolsek saat ekspos kasus tersebut, Kamis (26/9).

Penyidik juga menemukan kejanggalan. Diyah mengaku sudah mentransfer uang Rp 300 juta kepada Ayu. Namun tak bisa menunjukkan bukti transaksinya.

Bahkan saat ditanya di mana keberadaan Ayu, Diyah selalu memberikan jawaban membingungkan. Awalnya menyebut Ayu tinggal di Batam. Saat hendak dibawa ke rumah Ayu, tersangka mengaku lupa di mana alamat rumah Ayu.

“Diyah juga mengatakan Ayu tinggal di Palembang, namun di mana di Palembang, Ayu tidak tahu. Selain itu, Diyah tidak bisa menunjukkan nomor kontak Ayu,” imbuhnya.

Atas kelakuannya itu, Diyah dijerat pasal 378 junto pasal 372 tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara. Polisi juga masih mencari tahu di mana uang hasil kejahatan Diyah.

“Pelaku ini sudah kelas kakap. Sebelum melakukan penipuan di Batam, Diyah juga sudah pernah melakukan penipuan di Pulau Jawa,” pungkasnya.(bl)