Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo. Foto: Batamlagi.com

Batam (Batamlagi.com) – Terjadinya perkelahian yang berujung penikaman di bilangan Pasar Induk Jodoh, sempat beredar isu adanya bentrok dua suku dan kelompok di media sosial dan WhatsApp.

Informasi akan adanya bentrok susulan langsung diantisipasi polisi, dengan mendatangi lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Seperti yang diinformasikan di medsos. Polisi tidak menemukan adanya indikasi kisruh yang tersiar. “Tak Benar, itu hoaks,” kata Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, Selasa (24/9).

Prasetyo mengatakan, tidak ada keributan di lokasi tersebut. Yang terjadi adalah keributan yang disebabkan oleh dua orang anak jalanan yang sama-sama sudah kenal. “Ribut sesama teman. Sesama pengamen,” ujarnya.

Akibat keributan tersebut, salah satu pengamen mengalami luka tikam. Sehingga banyak mengeluarkan darah. Korban yang sempat terkapar di jalan dan bersimbah darah langsung dievakuasi untuk mendapat perawatan medis. Penyebab perkelahian itu gara-gara gitar. “Pelaku mau pinjam gitar, tapi korban tak mau meminjamkan,” paparnya.

Entah kepana pelaku marah. Percekcokan pun tak terelakkan. Keduanya bertengkar mulut. Namun pelaku yang emosi langsung menusuk korban. “Korban sudah dirawat di rumah sakit,” pungkasnya.(bl)