Ilustrasi kasus pencabulan. Foto: Riaupos

Lampung (Batamlagi.com) – Pria berinisial SA (38), warga Gadingrejo, Lampung, harus berurusan dengan polisi lantaran mencabuli ER (16), anak tirinya. Pelaku beralasan perbuatan tak senonoh itu dilakukan karena korban tak mau dinasehati.

Kepada polisi, pelaku juga mengaku hanya sekali melakukan perbuatan bejat tersebut. “Iya, saya akui (melakukan pencabulan). Sekali itu,” kata SA kepada penyidik Polsek Gadingrejo.

Lelaki bertubuh kecil ini mengatakan, dirinya kesal lantaran ER tidak mau dinasehati. Dan menganggap korban menyepelekannya.

Menurut SA, anak baru gede itu pernah mengatakan, mengapa dia melarangnya. Sementara SA bukan ayah kandungnya.

Kapolsek Gadingrejo Iptu Anton Saputra mengatakan, sebelum pencabulan, ER meminta uang untuk keperluan sekolah kepada SA. Lantas sang ayah tiri memberi uang. Setelah itu, SA membekap mulut ER dan mengancamnya dengan sebilah pisau. Pencabulan pun dilakukan pelaku.

“Korban hanya dapat menuruti karena diancam dengan pisau dan akan dibunuh. Tersangka juga mengancamnya agar tidak bercerita kepda siapapun,” kata Anton mewakili Plh Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, Jumat (6/9).

Peristiwa itu terungkap setelah ibu ER curiga dengan sikap anaknya. Sebab ER seperti ketakutan dan sering pergi serta menginap di rumah kerabatnya.

“Setelah dibujuk, korban menceritakan semuanya. Ibu korban kemudian melapor ke pamong setempat,” kata dia.(jpnn)